SMS Ke Presiden mengenai TPF munir

June 20th, 2005 by idaman

Teman-teman semua, Pengungkapan kasus pembunuhan politik terhadap Munir saat ini menghadapi ujian yang berat. Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) dan Polri saat ini baru sampai pada proses penahanan seorang pilot Garuda beserta 2 orang crewnya.

Mandat kerja Tim Pencari Fakta (TPF) pembunuhan politik terhadap Munir, yang dibentuk oleh Presiden RI melalui Keputusan Presiden, akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2005. Berakhirnya masa kerja tahap kedua TPF tersebut sangat merisaukan para pendamba keadilan dan demokrasi di negeri ini.

Mengingat dalam 3 bulan masa kerjanya, TPF bisa dikatakan telah gagal menembus benteng "privilege" person-person kunci di tubuh Badan Intelijen Negara (BIN). Padahal dari berbagai data dan hasil penyelidikannya, TPF serta Polri menemukan adanya (indikasi kuat) hubungan antara para tersangka yang kini ditahan dengan beberapa personil di institusi tersebut.

Apabila proses penyelidikan tersebut terkunci (berhenti) hanya pada para tersangka tersebut, maka bisa dipastikan pengungkapan kasus ini akan gagal. Tidak ditemukannya motif politik serta kurangnya alat-alat bukti akan meringankan ayunan palu hakim dipersidangan dalam memvonis bebas para tersangka. Sekali lagi, Indonesia makin dikenal masyarakat internasional sebagai negara dengan kasus pelanggaran HAM paling banyak, namun yang paling sedikit menghukum para pelaku. Dan hal ini tentu saja menjadi ironi dari statemen Presiden SBY yang mengatakan bahwa, "Pengungkapan kasus pembunuhan Munir adalah salah satu indikator dari kemajuan proses demokratisasi dan penghargaan HAM di Indonesia".

Untuk itu, saya meminta kerelaan teman-teman mengirimkan SMS kepada presiden SBY sebagai upaya untuk mengingatkan beliau pada tanggungjawabnya tersebut. Berdasarkan perkembangan penyelidikan yang telah dicapai, maka kita tetap membutuhkan adanya TPF yang kredibel dengan struktur dan kewenangan yang lebih kuat dalam mengawal proses pengungkapan kasus pembunuhan politik terhadap Munir. Teman-teman bisa menyusun sendiri redaksional dari pesan singkat desakan tersebut.

SMS bisa dikirim ke nomor 9949 atau 629949 (untuk pengiriman dari luar negeri). Tolong pesan ini Anda forward ke teman lainnya.

Terima kasih,

In Solidarity Raharja Waluya Jati

ENGLISH VERSION

Dears all,

The investigation of Munir’s political assassination has facing big challenge. At this time, the tentative result of Munir Fact Finding and the Police, were only done a detention of a Garuda’s Pilot and two crews of Garuda.

According to mandate that been given to Munir Fact Finding by the president, it will end at 23rd of June 2005.

This matter has grown uncertainty among the seeker of justice and democracy in this country. We remember that for 3 month of it’s term of work, Munir Fact Finding have failed to break the "privilege" of some person in the State Intelligence Body. Though from many data and investigation materials, Fact Finding and the Police have found a strong relation between the major suspect that been detention and certain personnel of the State Intelligence Body.

It’s for sure that if this investigation end up here, the unveiling of Munir Death will have zero result. With no political motivation and the lack of evidence will make easier of the judge to convict not guilty to the suspect. Once again Indonesia will be known to International Society for it many human right violations but have no policy to sentence the perpetrators. This is an irony for president SBY, when he speaks of "the unveiled of Munir death case will be the indicator for the democratic process and human right respect in Indonesia."

For all this matters, I would like to ask all of you to voluntarily sent president SBY a sms as our effort to remind him about his responsibility. Base on development and the reach of the investigation, we still need the Fact Finding, with a credible and a broad competence structure to escort the unrevealed process of Munir’s case.

You can sent an urgent SMS or massages to president. To this number: 9949 or 629949 (from abroad).

Please forward this message to others.

Thank you,

In Solidarity

Raharja Waluya Jati

(Campaign Coordinator of Committee of Action in Solidarity with Munir)

50 YEARS COMMEMORATION OF ASIA AFRICA CONFERENCE

April 7th, 2005 by idaman

50 YEARS COMMEMORATION OF ASIA AFRICA CONFERENCE

The upcoming 50th anniversary of the historic Afro-Asian Summit in Bandung, Indonesia, opens a big opportunity for different groups of civil society to hold conferences, workshop and seminars on re-discovering the vision of Bandung in the midst of the resurgent struggle for sovereignty, peace and global justice.

Below is information of events conducted by government and civil society regarding this commemoration. If you like to join the civil society programmes, please register to the contact persons in each event

On Government side: see http://www.asianafricansummit2005.org

Asian-African Summit 2005
Jakarta, 22-23 April 2005

Commemoration of the Golden Jubilee of the Asian-African Conference 1955
Bandung, 24 April 2005

Series of events:

Asian African Symposium on Renewable Energy, 18 April 2005
The World Renewable Energy Congress and Exhibition, 17-21 April 2005
Trade Fair, 18-20 April 2005
The Asian African Business Summit, 21-22 April 2005
Asia-Africa Workshop on the Role of Women and Youth in Furthering Asia-Africa Cooperation, 19 April 2005
Spouse Program, 22-24 April 200

On Civil Society side:

“TO BUILD SOVEREIGNTY, PEACE AND GLOBAL JUSTICE”

Asia-Africa Forum 2005

THE SPIRIT OF BANDUNG 2005: TOWARDS A COMMON FUTURE

An Interfaith Perspective
Jakarta, 11-15 April 2005
Held by: JKLPK, INFID, IGJ, Christian Conference of Asia (CCA)
contact: olviprihutami@yahoo.com, frangky_tampubolon@yahoo.com

International Conference
BANDUNG IN THE 21ST CENTURY:
Continuing the Struggle for Independence, Peace Against Imperialist War and Globalization
Bandung, 13-16 April 2005
Held by: IGJ, AGRA, KPA, Asia Pacific Research Network (APRN)
contact: amalia@globaljust.org, syamsul_ardiansyah@hotmail.com, red_anzu@yahoo.com

Commemorative Program on Bandung Spirit
Consultation on A Feminist Theology of Hope through Interfaith Dialogue
Garut, 17-23 April 2005
Held by: EATWOT Indonesia
contact: myesaw@telkom.net

Conference and Book Launching
BANDUNG 2005:
Rethinking Solidarity in Global Society
Yogyakarta, Bandung, and Bangkok,
18-25 April 2005
Held by: YPR
contact: emdeka@free.fr

Workshop of Asia Africa Civil Society
ANOTHER WAY FOR SOCIAL DEVELOPMENT IS POSSIBLE:
Revitalizing the 1955 Bandung Spirit

Bandung, 19-22 Juli 2005
Held by: PERGERAKAN, IGJ, IMPARSIAL, WRI
contact: Pergerakan@bdg.centrin.net.id

Golden Jubilee the 50th of the Asian-African Conference
UNITY IN DIVERSITY: REVITALIZING POLITICAL ECONOMIC BLOC OF THE ASIAN AFRICAN
Jakarta, 20 April 2005
Held by PMII DKI Jakarta

Seminar and Art Exhibition
CHALLENGE AND OPPORTUNITY TOWARD THE GOLDEN JUBILEE OF ASIA AFRICA CONFERENCE TO THE AWAKENING OF NATION DIGNITY
Bandung, 16 April 2005
Held by FKGMNU, INTRAS

Puisi: Kembara bintang

April 6th, 2005 by idaman

Editorial:
kembara puisi kali ini menampilkan lambang bintang dan perjalanannya dalam beberapa tahun. Bintang memang kadang memberikan keasikan pada saat orang berada dalam keheningan malam, dan mungkin saat paling intens dirinya. Kalimat ungkap bintang ini kemudian dirambati pada serial ini. THE STAR (idaman, 1991), THAT STAR (idaman , 2003) dan ISAK BINTANG (cecil mariani , 2004) merupakan refleksi dari perjalanan interaksi tersebut. 

THE STAR

I am a star
shining in the sky
You can see me
and even get fascinated for hours
with twinkling eyes and comfort souls
but could anybody touch the stars
or even reach it

You’ll soon fell asleep
with a deep smile in your heart
and wake up next morning
in the blank bright sky
living in the world

Tomorrow night
if you find one star is missing
that means I’ve burn out all my fuel
and fall to the earth
roaming between around your world
but you won’t recognize me anymore

1991
idaman andarmosoko

THAT STAR

That star twinkles
but it’s now a twinkle of an eye
that cuddles on the comfort of the softness of night
and the majesty of it’s strength and darkness
and the challenge of tranquility
and the shadow of power of the mighty skies

that star now understood
that it’s not the end of the world to cease to be a star
or even to cease to amaze

kedip cahaya yang lamat
selalu membangun harapan
untuk berdiri tegak
untuk bersyukur kepada hari
dan untuk mencerna jalan terlewati

nyala, terus nyala
kerlip, terus kerlip
di lamat lamat kelam
di hening hening waktu
dan di nafas nafas pertarungan

Langit malam sepanjang mengawal jelajahku
telah mengajarkan padaku betapa pijak dan sangganya setitik kerlip
dan betapa takkan habisnya tenaga ketika kita dekap kedamaian
bahkan pada masa masa yang sulit

kau telah membantuku mengerti itu
ketika kau gambar langit di jendela
Thanks for being what you are

9 jan 2003
idaman andarmosoko
(thanks to 515 for this)

TENTANG ISAK BINTANG DI ATAS SPREI

Di senja labuhan dada layar redup merapat. dua lelah di satu perairan
aku ringkuk dibalut sarang bawah parade rembulan. Bertolak dari iringan dan perayaan bilangan ke sembilan belas siklus kali gelap terang.
Aku celotehkan keluh, getir juga serpihan tawa dalam baringan pejam. Memandangi langit di balik kelopak mata yang sepi tanpa sepenggal awan.
Satu bintang di langit itu sudah sehari semalam berjalan. sekonyong labuh dalam isak yang menyentak apungan benak malam.
terhenti burai celoteh bibirku, bersilih riuh gumam di dadaku. Ada bintang yang menangis di kasurku. dipalingkannya wajah hendak sembunyi dari terjagaku. Bintang kokoh yang berkelip tajam lalu tergolek sunyi. Sedu sesamar tirai debu di nyala lampu.
seluruhku lumpuh oleh detak gugat yang tak tahu menyambut lubang retak lelehan bintang. Hanya setetes jemariku mengapai usap punggungnya yang masih saja tersedu.

Bertahun berlalu sejak aku disapa bintang itu.
Bintang yang selalu bersinar tak hanya buatku namun untuk seuntai daftar panjang nama-nama manusia di langlang langitnya. Tak terhitung keluh kesah menggunung, permohonan dan permintaan kusisipkan sembari lalu di pundaknya ketika tengadahku, lalu Ia menggelisahkan setiapnya.
"Aku tengah ambang karam", tuturnya sekali waktu ketika konjungsi garis hidup kami bersilang temu. Ia sebuah bintang yang seringkali kusia-siakan luasnya, setia menampung gerutu dan keluh tak tahu terima kasih akan hadirnya seketika. "kau membantuku menjadi manusia" katanya menggemetarkan hadirku malam itu di jelang lelap itu. tetapi kemudian kutemukan tangisnya yang manusia, aku pun menggugat aku atas angkuhku yang berpikir hendak mengajari bintang itu jadi manusia. padahal ia selalu sebuah bintang yang harus membakar habis dirinya ketika dijatuhkannya rintik isak itu di sisiku.

26 september 2004
Cecil Mariani

Puisi:Duet selangkangan

April 5th, 2005 by idaman

DUET ANTARA : 
ANTI-FEMINISME
(Gratiagusti Chananya Rompas,25 mei 2002)
MATAHARI TERSESAT
(Idaman andarmosoko, 26 maret 2004) 
dibacakan pada pagelaran kebun kata 7, GOR Bulungan Jakarta,26 maret 2004 

ANTI FEMINISME


aku perempuan
ingin dihargai, karena tubuhku indah.



aku perempuan
ingin dihargai, karena aku ada untuk dinikmati.



ini payudaraku.
dua onggokan daging berputing di balik kulit tanpa cela.
mereka tak bisa bernafas di balik baju.
mereka bilang, di sini sepi. tak ada yang memuji kecantikan kami.



maka, ini payudaraku—yang penuh, kenyal, dan putingnya mencuat.
pegang. remas. dan lahap dengan matamu.



lalu ini kelaminku.
lubang kecil di balik rambut-rambut yang melingkar.
dia tak bisa dibungkam di balik celana.
dia bilang, di sini kosong. tak ada yang merasakan kehangatanku.



maka, ini kelaminku—yang lembab, lentur, dan berbulu.
jilat. cicipi. dan jelajahi dengan jarimu.



aku perempuan
ingin dihargai, karena tubuhku indah.



aku perempuan
ingin dihargai, karena aku ada untuk dinikmati.



jadi, telanjangi aku. maini aku. gagahi aku.



karena di bawah ancamanmu
aku merasa sangat perempuan.



karena di bawah cercamu
aku merasa sangat perempuan.



karena di bawah selangkangmu
aku merasa sangat perempuan.



aku perempuan.
hidup untukmu untuk menjadi hidup.




MATAHARI YANG TERSESAT


Matahari mengangkang pongah
di puncak langit berwarna lelah
saat kota besar mencuri peta
menyisakan langkah langkah tersesat
sedangkan gedung gedung menghadiahkan peluru
kepada mereka yang lapar, di malam yang paling tersingkir




Aku perempuan
ingin dihargai karena tubuhku indah



Matahari menyelinap pergi menyisakan resah
yang berdiri menyerapah
di kemilau jalan terbaca keputus asaan
di baliknya tergurat kematian
berhiaskan kesia siaan
yang tak pernah berhasil menemu jalan pulang

aku perempuan
Ingin dihargai karena aku ada untuk dinikmati


Karena adalah dirimu, daya kehidupan itu
tatkala kau jinakkan tubuh tersesat, kedalam lipatan pelukmu
dan kau tuntun pulang, ke kehangatan masa kecil



Lepaskan temali kapal karamku
dan bawa aku kembali
ke dekap bukitmu
ke bukit dekapmu



basuh dan larutkan segala lukaku
dalam kecup kecup jilatmu
di seluruh permukaan tubuhku



dalam setiap syaraf terkecilmu
telah tertulis mandat ribuan abd
tentang dorongan untuk hidup
yang tak kan dapat dibendung
oleh segala undang undang maupun gunjingan tetangga



Dalam setiap nafas dan butir sumsummu
tertulis titah untuk kehidupan yang ranum
yang dengan setia diungkapkan
oleh setiap milimeter permukaan kulit tubuhmu
dan setiap helai bulu mu
menjadi sebuah raih
yang mengisahkan rahasia kehidupan
melalui setiap debar lenguh nafasmu




Jadi telanjangi aku, maini aku, gagahi aku
karena di bawah ancamanmu
aku merasa sangat perempuan



Matahari membakar harapan di tanah putus asa,
yang tak tahu lagi namanya sendiri
dan aku terdampar di gerbangmu
dengan racun serapah di racau igauku
yang hanya dapat di bungkam, oleh naungan telikung selangkangmu
dan tetes tetes peluh rahimmu



karena di bawah cercamu
aku merasa sangat perempuan



karena di bawah selangkangmu
aku merasa sangat perempuan


Hentikan kini huruf huruf di puisiku



Aku perempuan


dan bawa aku pulang ke kehidupan
kau lah yang tahu,




Hidup


adalah dirimu



untukmu

Kehidupan menjadi



untuk menjadi hidup


utuh

Puisi: Lintasan 13 tahun puisi

April 4th, 2005 by idaman

Editorial
seperti edisi sebelumnya yang menjelajah suatu lintas, pada edisi ini diambilkan beberapa puisi yang menjadi semacam “catatan tahun”, yaitu yang ditulis di akhir atau awal tahun dan bersetting penanda waktu tersebut. ada beberapa tahun (1991, 1994, 1997 dan 2004), garis 13 tahun ini bisa menjadi menarik untuk diselami, bagaimana ungkapan berevolusi, tetapi juga pertanyaan lebih mendalam, tentang apa di sekitar kita (menurut potret puisi tersebut) yang sudah berubah dan masih tetap sama, atau hal hal lain yang mungkin menarik ditemukan dari suatu lintas puisi 13 tahun, silakan

[1991]:DUAPULUH DELAPAN OKTOBER

Dua puluh delapan oktober seribu sembilan ratus sembilan puluh satu

Kami putra putri memaki jaman
Dengan konyol menyangkal
bahwa sesungguhnya kami ini

Berbangsa terpecah pecah
Bangsa golongan dan bangsa kepentingan

Bertanah air tersia sia
Tanah air diperas dan di kotori

Berbahasa sulit dipegang
Bahasa keangkuhan dan pembenaran

oktober 1991
idaman andarmosoko

[1994]:KOLEKSI 94 NO. 15: SURAT NO. 19
:BRN

Kalau aku tak bisa pulang
ada baiknya kau ingat
bahwa aku sudah tahu
ini salah satu resiko yang bisa terjadi
dan sudah kau peringatkan
tetapi toh keberangkatanku
memang suatu keniscayaan
yang sudah dihitung

Terima kasih untuk segalanya
pasang lampu di luar jendela

27 desember 94
idaman andarmosoko

[1997]:DESEMBER 1997

aku ingin merangkai puisi
dari huruf huruf berupa senyum anak anak kecil yang jadi pekerja
di jalanan yang dilewati mereka yang membawa nafkah,
yang cukup untuk sejuta mulut

aku ingin menggoreskan syair di atas lambaran tanah hangus,
yang menderita dibakar keserakahan
dan diberaki racun racun kelicikan

aku ingin berdiri di atas panggung
dari batu batu yang sekeras nasib
atur pencahayaan panggung segelap sejarah,
sekelam fakta fakta yang disembunyikan

Dan mulailah kubacakan kata kata dalam puisi
seperti membacakan naskah naskah
yang menipu wajah wajah termangu

Ayo kalian bangkit lalu menari nari
seperti tarian harga barang dan biaya hidup
kita berteriak teriak tanpa ribut
yang akan terdengar hanyalah bisikan halus
menyelinap ke ruang terdalam
memekakkan harapan
yang tak bisa dibendung

Nyawa sudah murah
Langit sudah kelam,
udara sudah keruh

Tinggal kemurnian hatimu yang masih bening
ambil teriakkanlah
tak ada lagi waktu untuk takut
tak ada lagi ruang untuk bimbang
sekarang !

desember 1997
idaman andarmosoko

[2003:]SARAPAN TIMAH MENJELANG SUBUH

Aku bangun dengan amarah yang gelisah
karena orang makan peluru hanya ketika perutnya lapar
padahal emas berlimpah dan uang menggunung

dan puisiku tak bisa menghadang peluru
padahal katanya penyair itu penyihir

Bunda aku ingin pulang kepadamu lagi
mendapatkan kekuatan darimu,
yang magis dan mengatasi situasi yang tersulit

setiap satu kaki yang jadi cacat karena peluru
menambah rinduku untuk bersimpuh di pangkumu

katakan padaku bunda
darimana aku harus mulai memukul kini

17 maret 2003
idaman andarmosoko

JRENG JRENG DUA RIBU EMPAT

tahun ke empat abad duapuluh satu
bulan pertama baru saja berlalu
matahari jam sembilan jatuh di rumputan tepi rel
membiaskan warna gembira

tetapi kami masih lapar
dan akan tetap lapar
sebagian orang bisa makan dengan pintar menggerogoti anggaran negara
sedangkan anak anak berdagang serpihan di sesak kereta
telpon genggam dan dompet juga tersedia untuk dicopet

tak perlu kirim peluru karena peluru pernah berkunjung di lututku
juga tak usah kirim serdadu karena dengan mereka kami kelahi di pasar
sedang jika kau ayun popor senjata, bekas patahan gigiku masih di sana

kalau kau coba membayarku dengan uang palsu yang kau cetak
aku akan memilih lapar saja dan mencoba menulis puisi

jreng! ambil gitar
ayo ngamen lagi, masih lima setasiun
langit masih ramah, menebar receh, bisa buat makan hari ini
dengan penuh rasa syukur, dan tangan tetap terkepal
jreng! jreng!

3 februari 2004
idaman andarmosoko

Puisi medley HUJAN BULAN JULI

March 31st, 2005 by idaman

Editorial:
Hujan bulan juli (HBJ) muncul di milis hitam putih, dan bersambungan sampai 12 langkah, melibatkan 9 penyair. HBJ memperkenalkan sisi ucu agustin sebagai seorang penyair (biasanya prosa) yang membuka dan mengintenskan HBJ ini, Juga pada HBJ muncul pola RETRO, dimana seorang penyair muncul lebih dari sekali dalam sebuah rangkaian medley puisi (ucu, agung dan kuswinarto).

HBJ adalah medley panjang kedua di milis hitam putih setelah medley peramal yang sempat hadir beberapa bulan sebelumnya. Pada posting di sini disediakan link ke galeri pribadi masing masing penulisnya

HUJAN BULAN JULI (1)

ada sepi menggeletak pada bulir serpih titik hujan
bidadari merangkul puisi
malaikat alpa bermain bola
segelas canda mengerinyut menjadi kabut
sebait senyum menghampa dibidik awan…

ah, ini pasti cuma hujan bulan juli
menggamit mesra tanganku
mengajari ketuk salsa kesepian
mengajakku menyusuri lagi dingin hari di bawah
istana hujan

Ucu Agustin
12 Juli 2004


HUJAN BULAN JULI (2)

ada sepi menggelegak di atas lapak kopi pinggiran kota
bayang-bayang ara menjadi rambu
peluit kereta-kereta bambu menuju lirihku
dan setiup angin di karpet aspal hitam basah
mengurai jejak-jejak awan menjadi hujan

ya, ini memang hujan bulan juli
mengetuk dedaun pisang di atas kepala
menyembunyikan titik-titik kecup antara mata
dan selingkar rindu di atas roda

salam sayang,
Randurini
28 Juli 2004


HUJAN BULAN JULI (3)

Memang ini hujan bulan Juli
Tersenyum murung di antara kota-kota tua
Membawa petir sampai ke ujung
mematah rindu di tengah malam

ada yang berderak serupa penyihir yang lelah,
menggusur mantra menelantarkan kejaiban
memucatkan rona di antara siraman hujan

Dan ia telah sampai di ujung
suatu akhir pada titik di bulan juli
menghapus secarik musim aneh yang ganjil
namun tetap,
menggenapiku dalam sepi yang dingin

Ucu Agustin
28 Juli 2004



HUJAN BULAN JULI (4)

Detak rintik hujan bulan Juli
Merentak di atap-atap sepi
Tak jadi ia akhirkan sendiri
Tak hendak ia jadi banjir basi

Mengalir airnya ke perigi hati
Gumpal jiwa yang kini resah tak juga tumpah
Ketika matahari menolak bersinar
Sementara mendung tak mau pergi

Detak rintik hujan bulan Juli
Merentak di atap-atap sepi
Mengiringi petir berjalan mencari
Hadirkan jawab rindu di tengah hari

Agung YudhaWiranata
29 Juli 2004


HUJAN BULAN JULI (5)

sepantul basah di aspal yang dilangkahi kaki dingin
menggenangkan sebuah rasa yang selama ini sembunyi
dibalik segala hiruk gesa metropolis
yang tersesat dan tersendat
seperti gapai gapai yang telah dihimpit tekan
atas nama entah apa yang menjadi pagar terali
menghadang raih

tetapi hujah telah membasuh kering tembok tegak tebal
dan mendungnya melunakkan warna sengat pendar langit
membangunkan hangat dalam diri

hujan menetes rintik satu persatu
melarutkan bau matahari di wajah
melintasi mata yang tiba tiba berkaca kaca disentuh sapa
saat aku memandang tatapmu seiring suara sekitar meluruh
segagap kalimatku, segagap langkah hidupku
waktu berhenti menyisakan hanya percik percik di bebasah jalan
menghitungi satu persatu, menepuk satu persatu
menanya satu persatu

bukankah kau sudah lelah menyembunyikan rindu di terik matahari?
aku ingin mendekapmu di teduhan saat hujan

Idaman Andarmosoko
30 Juli 2004



HUJAN BULAN JULI (6)
: sang narator

hujan bulan juli sampai sudah di perbatasan
sang narator pun akhiri semua catatan
dengan desah, dalam tulisan kabur dibaca hujan
yang mengaduk lumpur dan genangan di halaman

ditutupnya buku, telah dibingkainya hujan menggebu dengan ngilu.
lalu pada sebuah pantai, yang andai, merindu
dengan deru biru dada lalu dia memburu: mungkin kenangan.
mungkin harapan.
mungkin hujan baru

tak begitu paham.
dia naiki sepeda kumbang
meloncat-loncat hindari lubang-lubang jalan
yang ditunjukkan genangan sisa hujan:
air terperangkap yang tak mampu mengkristal
catatan hari berlumpur dan kabur, di halaman kehidupan

Kuswinarto
2 Agutus 2004



HUJAN BULAN JULI (7)

Terciciplah lembab pagi dalam engah
dalam buru nafasku menghujan hembus
payah menepis kobaran tak tertahan
jeruji cair bergenggam geram
membuyar terbangan kumbang menyengat
tak kunjung ludas
perih yang hendak kulepas

aku berlari menyusur jalan, tiang-tiang
persimpangan, untaian pagar-demi pagar
berlari menyusur benang diriku mengejar ujung
menguntit percik terjauh yang ditempuh kembang api
di langitku
letup dalam mampat dadaku
dalam sesak ledak padat

aku berlari bukan mengejar namun melepaskan
tiap degup itu ketika telapaknya menyelinap berulang
di sebuah pagi
sehabis tuntas melautnya malam
setuntas deru kecipak layar itu beranjak pulang
dari seonggok dermaga
pada cakrawala

Cecil Mariani
2 Agustus 2004



HUJAN BULAN JULI (8)

masih kubersandar pada keraguan
semantara hujan bulan juli
meluruhkan berpuluh khayalanku
dan kau enggan menjaringnya

sunyi kian melumut di bibir senja
-bukankah tapak kaki kita mengarah ke sana?

Mega vristian
03 agustus 2004



HUJAN BULAN JULI (9)

kau telah turun sebagai hujan
dengan seribu catatan di halaman
mencipta teratai-teratai di sebuah kolam

tapi hujan bulan juli
sering memang tak sebijak hujan bulan juni
tak disampaikannya gemerlap ikan-ikan
kepadamu, di bawah akar teratai-teratai itu

hingga sunyi menatah diri
dan ragu seperti mendung yang menyesal
telah turun sebagai hujan

tapi hujan bulan juli
memang sering tak sebijak hujan bulan juni
hingga kau ragu sendiri
pada langkah ke mana mengarah

seolah tak ingin memasti
kecuali sebagai catatan kabur
yang makin mengabur
pada hujan bulan juli

kuswinarto
03 agustus 2004



HUJAN BULAN JULI (10)

langit turun di taman
mengantarkan kilat-kilat liar
bunga-bunga mengejang garang
di taman semerbak rumput panggang

hujan bulan juli
meminta tumbal seikat puisi
dari serbuk yang di tebar di tepi sepi

langit turun di bulan juli
menuntut bunyi pada bumi

arwan maulana
04 agustus 2004



HUJAN BULAN JULI (11)

Hujan yang turun di bulan Juli
Mengantar saksi menghadap majelis yang mulia
Pengadilan sang pengembara
ketika tercerabut pasak-pasak kayu
pada poros roda setiap kendara

Hujan bulan Juli memang tak lagi turun
tapi sisa sisa jasad sang pengembara
yang dihukum mati oleh majelis yang mulia
membusuk di peti serpih kayu harum
menjadi tempat bersenandung bagi dedaun

agung yudha
06 agustus 2004



HUJAN BULAN JULI (12)

dan sepagi ini aku hilang alasan mencari pintu

secangkir teh,
seruas kayu manis
dan leleh rambutmu semalam oleh hujan bulan juli
adalah bius dosis tinggi
yang mengunci kakiku

indah ip
juli 2004
8 agustus 2004

FLOSS Article in Jakarta Post

March 23rd, 2005 by idaman

Flossing software in a spicy Bangalore bazaar
Jakarta post Features - February 14, 2005

Idaman Andarmosoko, Contributor, Jakarta

Amid
spicy Indian food, around a hundred software developers and social
workers from all over Asia gather at a week-long camp in Bangalore,
India; "Open Source" is the buzzphrase that gathers these
subcontinental tech-folks together.

The terminology Open Source
deals with software that makes computer hardware come alive and do
things. In order to function, computer hardware needs programs, or
software.

This software can be an operating system that
manages the computer, or any number of various application programs to
do tasks from typing articles to simulating inter galactic war.

Computer programs are initially written in a programming language, readable by human programmers. This is called source code.

This
source code is then transformed into machine code that only a computer
can understand and execute. It is possible, but extremely difficult, to
convert machine code back into source code. All major main-stream
software is sold in machine code format, so the user can only use it,
and cannot modify it. Open Source software refers to software that is
distributed in source code format, and in some cases also comes with
rights for the user to modify the source code and recompile it into a
modified program.

Some Open Source software is also
distributed free of charge through communities of enthusiastic
programmers who share, augment, improve and modify the source
collection turning it into growing set of software libraries, and
propelling it into an alternative domain in terms of software
economics, with various license and distribution mechanisms.

Open
Source software folks believe in four freedoms in terms of software –
the freedom to use, study, modify and share -freedoms all lacking in
major commercial software.

As the word "free" in English can
mean no-cost (as in free beer) and also freedom (as in free speech),
this type of software has been given a unique terminology: Free/Libre
Open Source Software (FLOSS), also known as Open Source Software (OSS)
or Free Open Source Software (FOSS).

Two Open Source gurus,
namely Richard Stallman and Linus Thorvald, laid the foundations for
dynamic software freedom. Stallman, unhappy with industrial software
copyright systems, worked on sets of programs called GNU, set up a free
software foundation, and devised legal licensing mechanisms that allows
software to be propagated and collectively worked on by large
programmer communities.

At the same time, Linus Thorvald of
Finland started writing an operating system, later given the name
Linux. The GNU-Linux, a significant initial FLOSS operating system in
the early 90s, has since evolved into a whole array of different FLOSS
software.

FLOSS employs a spectrum of licenses that stipulates
and retains the freedom of software distribution. In a nutshell, the
licenses state that the software is free to be distributed and modified
and used (even for commercial purposes) but users must always freely
distribute the software.

The various GNU-Linux families of software then matured into various versions, including corporate commercial versions.

In
terms of performance, FLOSS software is very competitive with
commercial software. An Internet survey has shown that the Open Source
Apache web server software has gained majority market share, larger
than similar commercial software.

In Eric. S. Raymond’s words,
its the difference between a cathedral and a bazaar. Proprietary
software is developed in a cathedral fashion, in which a very small
number of minds work on the software, while Open Source Software is
much more like a bazaar, where an unlimited number of people contribute
to the development of specific software, making for faster development
and improvement.

Commercial software companies argue that the
price paid for free software is lack of support, while FLOSS people
counter claim that support for FLOSS is unlimited as there are a
multitude of programmer communities that can provide such support.

IBM,
Silicon Graphics (a major producer of high-end computers) and Apple
have formally taken sides with FLOSS. Various governments around the
world have formally declared their stance by saying that they will
adopt FLOSS, including the government of Indonesia that uses the slogan
"Indonesia Goes Open Source" (http://www.igos.web.id/) and is backed up
by programmer communities (http://opensource-indonesia.com).

UNDP
has also supported the Open Source realm. However, Microsoft and a
number of software companies around the world plead with governments to
employ policies of "neutrality" in choosing software.

FLOSS
discourse has shifted from mere technical choices in terms of
performance and price, to an issue of freedom. It now propels a titanic
underground battle between Bill Gates and a million Rastafarian
programmers eating spicy Asian food.

Idaman andarmosoko can be reached through his email at idaman_andr@yahoo.com

On
the Net:
http://www.tacticaltech.org/asiasource
http://news.netcraft.com/archives/web_server_survey.html
http://www.apdip.net/projects/2003/iosn
http://www.softwarechoice.org

Puisi Puisi 2005

March 23rd, 2005 by idaman

MENGAPA

Sendok berkilau warna merah jambu
hendak ku kunyah sepanjang hujan
pada saat aku mulai menggarisi ornamen ornamen perca di hari mu
dan membuat motif melingkar lingkar dengan warna perak dan hijau pupus
di atas alunan neon kelap kelip

terbangkan aku tanpa henti
melewati lorong lorong biru
sambil aku menebarkan debu berkilauan berbentuk segi tiga
dan aku lupa di mana kuletakkan kunci mobilku

ayo kita menari nari lagi di atas jembatan penyeberangan
menarikan dua jari, telunjuk dan ibu jari
sambil menikmati menyenandungkan lagu lagu yang terputus putus

aku cinta kenalpot mobil! asalkan asapnya bisa berwarna ungu
aku cinta jemuran pakaian! terutama yang panjangnya melebihi panjang jalan tol
aliri nadiku dengan listrik berwarna hijau
dan alirkan aku di sungai yang menghubungkan puncak puncak gedung

karena aku rindu
ya aku rindu pada hari rabu, aku suka angkanya yang meliuk lucu
supaya dengan demikian kau tahu aku cinta
pada matahari yang terjahit jaket jeans tersampir di balik pintu
betapa hangat sinarnya terselip di dompetku bersebelahan dengan bon toko serba ada yang sudah tak berguna

ya!
aku bahagia dan gembira mengapung di atas sepiring masakan cina di
sebelah kiri malam hari yang lucu dan menggemaskan seperti pelangi
berwarna hitam pekat yang menjuntai mirip ekor harimau kecil

ayo
kita nyanyikan nama nama hari di kalender bulan lalu, dengan penuh
keriaan dan dengan sepenuh pegal ngilu perut dan terkilir mata kita,
ayo satu dua tiga! naik naik ke atas rak piring! tinggi tinggi sekali,
kiri kanan kulihat selalu banyak rak piring berwarna warni, semua
tersenyum dan bertepuk gembira menyanyikan lagu kebangsaan sulawesi
tenggara

ayo ayo bergembira sepenuh botol bir kosong tergolek dekat pot bunga yang belum dibeli

ayo potong bebek angsa masak di stasiun kereta, nona minta bulan, bulan tiga kali, ayo bangun mumpung masih gembira semua angsa

aku cinta padamu wahai embun di dasar laut

5 maret 2005
idaman andarmosoko

———————————————-

CINTA SEIKAT KURSI

Kemarin kau mencari kaus kakimu
kau cari cari dengan gelisah selama tujuh tahun

aku memandangmu dengan perasaan segi enam
menghanyuti betapa kau mencari kaus kaki yang terikat di kursi
yang kau cari cari sampai ke atap atap hidung patung perunggu persimpangan jalan

kau begitu membutuhkan kaus kakimu hingga kau terpintal terajut dalam tenunan
dan kau terus mencari di antara tiap simpul warna warna kain tenunan itu

dan demikianlah cinta kau layar kan ke samudra hindia belanda
mengapung mencari cari kaus kaki di setiap kepulauan di meja makan
ada sepotong di sana ada sepotong di sini, selalu saja mereka tersenyum penuh makna penuh teka teki, tentang di mana kaus kaki

lalu kau mencari kaus kaki mu kemarin, selama tujuh tahun sejak jam tiga pagi
hingga ujung jalan buntu yang pendek dekat rumah tetangga

sudah kah akhirnya kau menemukan kaus kakimu?
apa warna kaus kakimu itu pada tiap tiap lembar tahun ke empatnya?
bangunkanlah kaus kaki itu dari tidurnya segera!!
karena sebentar lagi kaus kaki itu akan cinta, yang kiri kepada yang kanan membentuk biru
lihat betapa cinta biru itu sedalam hijau dan sebesar lapar

sehingga
kaus kaki itu akhirnya bertemu dengan pasangannya, tentu pada tahun
ketujuh, saat itu tentu akan gembira kursi kursi mendapatimu hore hore

ternyata kaus kaki itu berhasil menerka anggaranmu
selamat pergi sekolah kepada tangkai sapu
ayo ayo tepuk pramuka sambil berenang!
hidup kaus kaki

demi cinta dan pemasaran pasta gigi

hore!

5 maret 2005
idaman andarmosoko

————————————–
PENERBANGAN KE DELAPAN

Selamat pagi saudara saudara sekalian
selamat datang pada penerbangan ke delapan
penerbangan ini akan berjalan mundur sambil menghitungi kucing lewat di atap rumah

kita akan terbang pada ketinggian seratus hari, tapi juga bisa dua minggu,
sesuai dengan cuaca
mohon anda mengenakan sabuk pengaman yang tersedia di dekat jendela kantor pos

penerbangan ini akan memakan waktu 40 menit
kita akan sampai di bandara yang mana saja sebelum penerbangan ini usai
tidak ada perbedaan waktu antara telinga kiri  anda dan mata kanan pramugari

kami ucapkan selamat menikmati hidangan yang kami kirimkan melalui internet
sampai jumpa lagi pada penerbangan ke tujuh
terima kasih karena kami terbang bersama anda

5 maret 2005
idaman andarmosoko

—————————————
JAM EMPAT PAGI

Jam empat pagi aku menggelar pola
tiga puluh menit kemudian puisi mengetuk pintu
ia bertanya tanya siapa saja yang minta dinyanyikan lagu

Menjelang jam lima pagi hujan masih merintik
berebut dengan lagu yang berulang di komputer

lalu kita mencari cari kalimat
dan mencoba membaca rasa

sedang puisi..
diam diam termangu pudar di tepian kecamuk detak waktu

5 maret 2005
idaman andarmosoko

———————————————
DIALAMATKAN KEPADA KHAIRIL ANWAR

Sabarlah khairil
hisaplah rokokmu dalam dalam
sebentar lagi akan datang puisi

Duduklah di situ khairil
aku sedang dalam perjalanan menjemputi puisi puisi
mereka tersebar di sekeliling kota

Masih berapa batang ada sigaretmu?
kalau begitu tentu masih cukup buatmu menelan pemandangan
dan membuatnya jadi puisi yang merindang teduh sampai sana

sungguh
aku hanya berkeliling menjemputi cecer puisimu
tanpa berusaha menjadi salah satu dari mereka

tunggu ya

5 maret 2005
idaman andarmosoko

————————————————
BETAKO GAYA BEBAS

Betako adalah adalah bela diri tangan kosong
ada jenis gaya bebas yang bisa dilakukan satu lawan banyak

tontonlah pegelarannya di ujung gang perumahan sempit
di mana mereka mengeroyok pencuri sandal murah
dengan balok dan batang besi
sampai mati

eh berapa omong omong,  harga alas kakimu?

5 maret 2005
idaman andarmosoko

———————————————
PANGGILAN ALAM BUAS

Setiap hujan datang
kita beberapa detik mengambil nafas
lalu irama pendengaran kita terganggu

pada saat itu
diam diam sebenarnya
seluruh tatanan kemapanan dan dalih dalih kita juga terganggu
walau beberapa per sekian detik saja

terganggu oleh sebuah panggilan lirih
berasal dari hutan liar antah berantah
memanggilimu kembali jadi hewan buas
menjadi serigala atau cerpelai
yang masih mengenali naluri yang sangat murni

lalu kau akan mungkin membongkari kaidah puisi puisimu
atau mungkin kau tidak lagi patuh pada perhitungan kenaikan harga barang

atau tiba tiba kau menjadi badut yang tidak dimengerti oleh nalar dan pengetahuanmu
dan anggapan yang paling sakral pun bisa termangu dan menyerah
oleh panggilan alam buas

lalu kau berdiri berangkat
memutuskan jadi pahlawan atau jadi pengantar kue
mengikuti tetabuhan cinta bergaung lirih di semesta

tapi saat itu hujan sudah berhenti
kau akan kembali ke kesatuan induk mu
ke irama usang mu

dan kidung pendek pecah jatuh bertebar ke lantai tanpa suara
lalu lenyap tak kelihatan

tapi ia masih di situ tersangkut tanpa kau tahu
sampai hujan suatu kali datang lagi
dan lagi
dan lagi lagi

sampai suatu ketika….

5 maret 2005
idaman andarmosoko

Puisi ulang tahun 3 tahun berturut

March 23rd, 2005 by idaman
cecil mariani
adalah salah satu rekan berpuisi di komunitas sastra internet, ini
adalah 3 puisi ulang tahun buat nya selama 3 tahun terakhir, mungkin
menarik melihat perkembangan atau metamorfosa (kalau ada) puisi selama
3 tahun, dengan tema yang sama

SEIKAT PUISI ULANG TAHUN

Seikat puisi ulang tahun
dapat dipesan di para pengrajin
di tepian jalan malioboro yogyakarta
bersebelahan dengan dagangan anyaman dan cindera mata
warna warni

Pagi ini kupesan puisi ulang tahun seikat
pengrajin itu mengambil kertas mulai mencoba bekerja
tapi ia gagal

karena ia mencoba membuat puisi ulang tahun
yang dialamatkan kepada puisi itu sendiri
akhirnya ia hanya bisa membuat prolog

jadi mari kita ganti judul puisi ini
menjadi prolog puisi ulang tahun
seikat pula
itupun kalau boleh

satu lagi
boleh tidak boleh
akan kutambahkan di baris terakhir
selamat ulang tahun cecil mariani

Yogyakarta, 12 maret 2005
idaman andarmosoko


SEBUTKAN
(puisi ulang tahun buat cecil mariani)

Sebutkan..
warna yang mana di bintang itu yang kausuka
biar kucoba ambil lalu rangkai jadi untai manik manik
untuk menghiasi sampul buku harianmu,
bukankah di sana ada derai tawa dan rangkul hangat
yang selama ini merajut jumpa jumpa
dari sejak ulang tahunmu tahun lalu
sampai hari telah berliwatan di tepian jalan hidup

Sebutkan..
sepanjang apa ingin kau kutuliskan puisi di hari ini
biar kutulis buatmu
Selamat ulang tahun cecil marini

Sebutkan juga..
di sebelah mana harus kutandatangani puisi
biar lalu ku stempelkan dua kecup mesra di situ
di rona pipi mu itu

idaman andarmosoko
12 maret 2004


PUISI ULANG TAHUN CECIL

menyadari tanggal ulang tahunmu telah terlewat begitu
saja dari benakku, saat ketika orang orang sekitarmu ingat tanggal itu
dan mengirimu macam macam dari sms sampai ke puisi,
tertegun aku di sini melamunkan segala sesuatu.

kau selalu hadir pada setiap hari setiap beberapa jam
dalam hari hariku sehingga bertumpukan hari ke hari jam ke jam
dalam perlintasan perlintasan disela pikuk hari hari yang padat
kadang di jam aneh malam saat habis suara membuka pintu jagat
kadang di ombak ombak yang akhirnya kau katakan sebagai bincang membendung laut
kadang di kebekuan ketika duduk bersebelahan di kendaraan yang kau buang dua huruf terakhirnya jadi kendara
kadang di sela sela kibord paralel tarung paralel
kadang di persetubuhan puisi yang akhirnya menghamili narasi taksi

siang ini ketika berbagai jalan telah mengeraskan langkah kaki
tiba tiba aku merindukan tiap momen momen yang terasa ajaib

setiap sijingkat meraba raba gapai sapa ke ruangmu
setiap tahan undur jaga menghindari ranjau
setiap kelok kalimat wacana, setiap marka kawat pagar bersetrum listrik
setiap pintu waktu setiap dongeng setiap derai tawa yang mahal
setiap kerlip yang kau tangkap dari bintang usang jatuh ke bumi
setiap saput tatap terkais tercecer dalam hitungan milidetik

kuakui sihirku adalah mesin baja dan aluminium yang patah siku
bergerak seperti senjata tebal yang menakutkan
melintir terpilin rumit dan kacau dan menderit kasar
di pantai pantai yang tenang

telah kusihir dinding dinding bertentakel logam berengsel elektronik
yang selalu saja gemetar gagal menjadi pohon yang damai

sungguh hadirmu begitu wajar, kenakalanmu begitu jinak dan kanak
mengadili segala refleks refleks sejarah siasatku

siang ini ijinkan aku sejenak lari dari segalanya
melupakan segala konvensi dan kronologi
menanggalkan segala timbang dan rambu, dan mencoba
menuliskan sebuah puisi ulang tahun juga sekalipun meminjam pola

aku menulis ini pada jarak yang sedekat dua blok dalam hitungan urban
semakin dekat dalam hitungan jalar pesan digital,
semakin dekat dalam kejar jeda waktu menyusun dan mengirimkannya

selamat ulang tahun cecil mariani
dari yohanes idaman andarmosoko

14 maret 2003
idaman andarmosoko

Blog awal di friendster

March 22nd, 2005 by idaman

ini blog awal di friendster ku, menarik juga ada blog di sini, padahal aku juga punya journals di multiply beberapa pertanyaan sempat terlintas

multitude of blogs
saat orang punya beberapa blogs di mana mana, lalu bagaimana yah menata akses nya

Learning centers
bisa gak ya friendster dkk dimanfaatkan jadi online learning centers, kursus online, lalu topik topik apa yang menarik ya?