SMS Ke Presiden mengenai TPF munir
June 20th, 2005 by idamanTeman-teman semua, Pengungkapan kasus pembunuhan politik terhadap Munir saat ini menghadapi ujian yang berat. Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) dan Polri saat ini baru sampai pada proses penahanan seorang pilot Garuda beserta 2 orang crewnya.
Mandat kerja Tim Pencari Fakta (TPF) pembunuhan politik terhadap Munir, yang dibentuk oleh Presiden RI melalui Keputusan Presiden, akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2005. Berakhirnya masa kerja tahap kedua TPF tersebut sangat merisaukan para pendamba keadilan dan demokrasi di negeri ini.
Mengingat dalam 3 bulan masa kerjanya, TPF bisa dikatakan telah gagal menembus benteng "privilege" person-person kunci di tubuh Badan Intelijen Negara (BIN). Padahal dari berbagai data dan hasil penyelidikannya, TPF serta Polri menemukan adanya (indikasi kuat) hubungan antara para tersangka yang kini ditahan dengan beberapa personil di institusi tersebut.
Apabila proses penyelidikan tersebut terkunci (berhenti) hanya pada para tersangka tersebut, maka bisa dipastikan pengungkapan kasus ini akan gagal. Tidak ditemukannya motif politik serta kurangnya alat-alat bukti akan meringankan ayunan palu hakim dipersidangan dalam memvonis bebas para tersangka. Sekali lagi, Indonesia makin dikenal masyarakat internasional sebagai negara dengan kasus pelanggaran HAM paling banyak, namun yang paling sedikit menghukum para pelaku. Dan hal ini tentu saja menjadi ironi dari statemen Presiden SBY yang mengatakan bahwa, "Pengungkapan kasus pembunuhan Munir adalah salah satu indikator dari kemajuan proses demokratisasi dan penghargaan HAM di Indonesia".
Untuk itu, saya meminta kerelaan teman-teman mengirimkan SMS kepada presiden SBY sebagai upaya untuk mengingatkan beliau pada tanggungjawabnya tersebut. Berdasarkan perkembangan penyelidikan yang telah dicapai, maka kita tetap membutuhkan adanya TPF yang kredibel dengan struktur dan kewenangan yang lebih kuat dalam mengawal proses pengungkapan kasus pembunuhan politik terhadap Munir. Teman-teman bisa menyusun sendiri redaksional dari pesan singkat desakan tersebut.
SMS bisa dikirim ke nomor 9949 atau 629949 (untuk pengiriman dari luar negeri). Tolong pesan ini Anda forward ke teman lainnya.
Terima kasih,
In Solidarity Raharja Waluya Jati
ENGLISH VERSION
Dears all,
The investigation of Munir’s political assassination has facing big challenge. At this time, the tentative result of Munir Fact Finding and the Police, were only done a detention of a Garuda’s Pilot and two crews of Garuda.
According to mandate that been given to Munir Fact Finding by the president, it will end at 23rd of June 2005.
This matter has grown uncertainty among the seeker of justice and democracy in this country. We remember that for 3 month of it’s term of work, Munir Fact Finding have failed to break the "privilege" of some person in the State Intelligence Body. Though from many data and investigation materials, Fact Finding and the Police have found a strong relation between the major suspect that been detention and certain personnel of the State Intelligence Body.
It’s for sure that if this investigation end up here, the unveiling of Munir Death will have zero result. With no political motivation and the lack of evidence will make easier of the judge to convict not guilty to the suspect. Once again Indonesia will be known to International Society for it many human right violations but have no policy to sentence the perpetrators. This is an irony for president SBY, when he speaks of "the unveiled of Munir death case will be the indicator for the democratic process and human right respect in Indonesia."
For all this matters, I would like to ask all of you to voluntarily sent president SBY a sms as our effort to remind him about his responsibility. Base on development and the reach of the investigation, we still need the Fact Finding, with a credible and a broad competence structure to escort the unrevealed process of Munir’s case.
You can sent an urgent SMS or massages to president. To this number: 9949 or 629949 (from abroad).
Please forward this message to others.
Thank you,
In Solidarity
Raharja Waluya Jati
(Campaign Coordinator of Committee of Action in Solidarity with Munir)